Terjemahan Kitab Fathul Qorib, Safinatun Najah, Jurumiyah, Fathul Muin, Bidayatul Hidayah, Nashoihul Ibad, Al Bidayah Wan Nihayah, Sulam Taufiq, Syamsul Maarif, Tafsir Jalalain, Irsyadul Ibad, Uqudulujain dll

Ta'limul Muta'alim Adab Adab Menuntut Ilmu


Kali ini Saya akan menterjemahkan Kitab Ta'limul Muta'alim bab 3 tentang adab adab menuntut ilmu. Silahkan sambil dibuka kitabnya halaman 13 tentang bagaimana cara menuntut ilmu menurut Kitab Ta'limul Muta'alim atau kitab yang khusus mempelajari bab ilmu.

Fasal ini menerangkan memilih ilmu, guru, teman dan keteguhan pada ilmu.

Mestilah bagi pelajar, memilih yang terbagus dari setiap ilmu dan yang dibutuhkan dalam kehidupan agmanya pada saat ini, yakni ilmu yang wajib yang perlu diterapkan saat ini seperti bab sholat. Setelah itu cari ilmu yang dibutuhkan untuk waktu yang akan datang yang juga wajib karena ada perintah wajib seperti bab haji dan zakat.

Mesti pula bagi pencari ilmu, mendahulukan mempelajari ilmu tauhid yang menjadi pondasi segala ilmu dan mengenali Allah Yang Maha Luhur, lengkap dengan dalil dari hadits maupun dari atsar, bukan hanya taqlid semata.

Karena orang yang imannya hanya taklid atau mengikuti orang tuanya tanpa mengetahui dalil, sekalipun menurut pendapat kita sudah sahih, tapi tetap berdosa karena ia meninggalkan dalam mencari dalil.

Sesungguhnya Allah telah memberi nikmat akal buat manusia untuk mencari dalil terhadap wujud-Nya dan wahdaniyah-Nya serta sifat-sifat Allah lainnya. Maka jika tak mencari dalil dengan menggunakan akal yang disediakan, sama dengan tidak mensyukuri akal dan termasuk kufur nikmat yang berdosa.

Mestilah bagi pencari ilmu, memilih ilmu terdahulu yakni ilmu dari Nabi, sahabat, tabi'in dan tabi'it tabi'in, bukan ilmu yang tidak ditemukan di zaman mereka, yakni ilmu-ilmu baru sesudah zaman mereka seperti ilmu mantiq, hikmah dan ilmu khilafiyah.

Banyak ulama berkata : "Mestilah mempelajari terdahulu, dan jauhilah ilmu-ilmu baru dari dirimu."  Pengarang mewanti-wanti agar kita takut dengan ilmu berdebat dan khilafiyyah yang tumbuh subur setelah habisnya ulama besar, sebab hal itu menjauhkan pencari ilmu dari fiqih, yang menjadi ilmu termulia.

Perdebatan akan menghabiskan usia karena menggunakan usia pada perkara yang tidak penting serta menimbulkan sikap bersitegang dan bermusuhan, akibat perdebatan dengan apa yang dibahas tersebut. Semua pekerjaan tersebut tidaklah diterima dan hasilnya pun tak akan diterima.

Perbuatan berlarut-larut dalam perdebatan termasuk tanda-tanda kiamat akan tiba. Adapun terjadinya qiyamah itu sangat mengagetkan dan sangat cepat, dalam pandangan Allah lamanya qiyamah itu seperti satu jam.  Berdebat itu juga merupakan tanda-tanda akan lenyapnya ilmu-ilmu dan fiqih. Demikianlah menurut hadits.

Adapun dalam memilih guru, mestilah si pencari ilmu memilih yang lebih alim atau lebih banyak ilmunya, lebih waro' atau paling terpelihara dari yang haram dan juga lebih tua usianya, sebagaimana Abu Hanifah dalam hal ini memilih Hammad bin Abu Sulaiman, setelah proses pertimbangan dan berfikir. Guru beliau ini adalah ulama yang paling 'alim, paling wara dan paling tua di zamannya.

Abu Hanifah rhm berkata : "Aku mendapati Hammad bin Abu Sulaiman sebagai orang tua yang mulia, berlapang dada serta penyabar". Katanya lagi: "Saya berketetapan/teguh pada Hammad bin Abu Sulaiman, dan tak pernah meninggalkan beliau selamanya sehingga Saya pun makin berkembang dan tumbuh dari waktu ke waktu sehingga sampai ke martabat sekarang (mujtahid)."

Abu Hanifah berkata, "Saya mendengar salah seorang ahli hikmah Samarkand berkata: Sesungguhnya ada salah seorang pelajar yang mengajakku bermusyawarah mengenai masalah-masalah mencari ilmu, sedang ia sendiri telah bermaksud ke Bukhara untuk belajar disana."

Demikianlah, maka mestilah bermusyawarah dalam segala hal. Karena Allah Swt memerintahkan Rasulullah Saw agar memusyawarah dalam segala urusan melalui firman-Nya :

وَ شَاوِرۡہُمۡ فِی الۡاَمۡرِ

Dan bermusyawarahlah dalam segala urusan

sebab usyawarah itu meminta bantuan melalui pemikiran, membuat baik diri, mempermudah jalan bagi umat ini, padahal tak ada seorang pun yang lebih pintar dari beliau secara akal, dan masih diperintahkan musyawarah.

Beliau sering bermusyawarah dengan para sahabatnya dalam segala urusan sampai urusan-urusan rumah tangga beliau sendiri.

Ali ra berkata : "Tiada seorangpun yang rusak karena musyawarah". Dikatakan : Ada yang disebut orang utuh, setengah orang dan orang tak berarti. Orang utuh yaitu yang mempunyai pemikiran yang benar serta mau bermusyawarah mengikuti sunat Rasul dan pentingnya urusan.

Sedangkan setengah orang yaitu yang mempunyai pemikiran benar tetapi tidak mau bermusyawarah, atau turut bermusyawarah tetapi tidak mempunyai pemikiran. Dengan demikian kesempurnaan seseorang karena berkumpulnya dua hal yakni punya pemikiran yang benar dan bermusyawarah, dan jika ada setengah hal tersebut, maka disebut setengah orang.

Dan orang yang tidak berarti adalah yang tidak mempunyai pendapat lagi pula tidak mau ikut musyawarah, karena tidak ada kedua hal tersebut.secara berbarengan yang menjadi sumber keinsanan seseorang.

Ja'far Shodik ra berkata kepada Sufyan Ats-Tsauriy rhm : "Musyawarahkan urusanmu dengan orang-orang yang bertaqwa kepada Allah." Maksdunya adalah ulama sebab firman Allah :

إنما يخشى الله من عباده العلماء

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba Nya adalah mereka para Ulama”

Maka sesungguhnya jika ulama diajak bermusyawarah, maka mereka akan mengajarkan kebaikan, menunjukkan kebenaran dan keberesan dengan ilmu mereka.

Mencari ilmu itu adalah perkara paling luhur dan paling sulit. Karena itulah, musyawarah dalam hal ini lebih penting dan lebih diharuskan dibanding dengan urusan lainnya.

Al-Hakim berucap : Jikalau engkau pergi ke Bukhara, janganlah engkau bergegas dalam keragu-raguan pada para imam,ulama yang menjadi panutan manusia dan manusia terunggul. Tenanglah dan sabarlah selama dua bulan.

Yang dimaksud adalah bukan tepat dua bulannya tapi menetapnya untuk mempertimbangkan dan memilih guru, apakah berhasil atau tidak mempertimbangkannya dalam waktu 2 bulan atau kurang atau lebih dari itu.

Karena sesungguhnya jika engkau pergi kepada orang alim untuk belajar dan mulai belajar kepadanya, tiba-tiba pelajarannya tidak menarik untukmu, kemudian kamu meninggalkannya dan pergi ke guru yang lain, maka belajarmupun tidak dapat berkah, sebab dengan kamu meninggalkannya, maka sama dengan menyakiti dirinya, dan dengan menyakitinya sama dengan tidak mendapatkan keberkahannya dalam pelajaran.

Karena itu, pertimbangkanlah selama dua bulan untuk memilih gurumu, dan bermusyawarahlah agar tidak lagi ingin berpindah atau berpaling dari guru tersebut sehingga engkau mendapat kemantapan belajar di situ, sehingga mendapat berkah dan mendapat kemanfaatan ilmu yang banyak.

Ketahuilah! Sesungguhnya sabar dan tabah itu pangkal pokok dalam segala urusan, tetapi jarang, sebagaimana dalam syaiir dikatakan:

لكل إلى شأو العلا حركات    ولكن عزيز فى الرجال ثبات

Untuk setiap orang, ingin menuju pada martabat hati yang tinggi, yakni  hati setiap orang akan condong ingin mendapat martabat yang tinggi, namun jarang orang mempunyai sifat tabah sebagai awal untuk mencapai derajat yang tinggi, sehingga kebanyakan tidak sampai pada martabat yang tinggi dengan berdiri pada sabar dan ketabahan.

Sehingga dikatakan bahwa gagah atau berani itu adalah bersabar dalam waktu satu jam (sejenak). Gagah itu bukanlah kuat badan namun sabar dalam waktu satu jam dalam penderitaan dan kesakitan.

Maka mestilah bagi pencari ilmu harus tabah dan sabar, maksudnya tetaplah dengan guru itu tanpa berpaling darinya, dan tekunlah dalam mempelajari sebuah kitab sampai tamat, jangan sampai meninggalkannya sebelum tamat, dan tabahlah terhadap suatu fan ilmu, jangan sampai menyibukkan diri dengan fan lain sebelum fan pertama selesai, dan tetaplah dalam sebuah tempat untuk menghasilkan ilmu, jangan pindah dahulu kecuali dalam keadaan darurat yang memang situasinya mewajibkan pindah, maka itu tak mengapa.

Maka sesungguhnya itu semua, yakni tidak sempurna mempelajari kitab, tidak sempurna dalam satu fan ilmu dan sibuk dengan fan lainnya, pindah dari suatu tempat ke tempat lain tanpa darurat, maka akan mengacaukan urusan, menyibukkan hati, menyempitkan waktu dan menyakiti guru.

Mesti pula sabar dari apa yang diinginkan dirinya dan hawa nafsunya dari kesenangan diri dan syahwatnya.

Seorang penyair berkata :

إن الهوى لهو الهوان بعينه    وصريع كل هوى صريع هوان

Sesungguhnya hawa nafsu itu menghinakan dirinya, dan terjajah nafsu berarti terjajah dengan kehinaan

Mkasudnya hawa nafsu dan berbagai keasyikan itu adalah bentuk kehinaan dan kerendahan dirinya, artinya hawa nafsu bisa membuat pemiliknya berada dalam kehinaan karena selalu mengikuti apa yang diinginkan nafsunya yang berujung pada kerendahan dan kehinaan.

Terjajah atau kalahnya oleh hawa nafsu sama dengan terjajahnya oleh kehinaan, maksudnya orang yang terkalahkan oleh hawa nafsunya dan kerendahan, maka dia akan menjadi jelek dan buruk.

Juga bersabarlah dalam menghadapi cobaan dan bencana yang datang saat menari ilmu. Dan dikatakan : "Gudang cita-cita, terletak pada banyaknya bencana."

Maksudnya lemari atau gudangnya keinginan kita biasanya dikelilingi dengan berbagai ujian yang banyak. Barang siapa yang ingin berhasil dengan keinginan itu, maka harus sabar dengan ujian yang banyak tersebut.

6 syarat menuntut ilmu dalam Kitab Ta'lim Muta'alim
Saya mensyairkannya dengan beberapa bait dan ada yang berpendapat bahwa syair ini dari gubahan Ali bin Abu Tholib krm sebagai berikut:

ألا لـن تنــال الــعـلم إلا بســتة     سأنبيك عن مجموعها ببيان
ذكاء وحرص واصطباروبلغة     وإرشاد أستاذ وطـول زمان

Tak bisa kau raih ilmu, kecuali dengan yang enam
Kutterangkan padamu kumpulan yang enam ini agar jelas
Cerdas, suka, sabar dan ada bekal hidup
Petunjuk sang guru dan lamanya waktu belajar

Maksudnya bahwa sesungguhnya ilmu tak akan didapat dan sampai kecuali dengan 6 perkara yakni cerdas atau cepat paham, semangat belajar, sabar dalam ujian dan musibah, punya bekal hidup dan tidak perlu memikirkan mencari rizki sebab hanya akan mewaswaskan hati dan membuat ilmu tidak hasil, petunjuk guru dalam kebenaran dan lamanya belajar sampai ilmunya didapat

Adapun dalam memilih teman, mestilah memilih yang sungguh-sungguh, waro yakni memelihara diri dari yang haram, bertabiat lurus dan mudah memahami masalah. Mestilah juga menjauhi dari orang pemalas, tidak punya kebaikan, banyak bicara, suka merusak dan gemar memfitnah.

Dikatakan:

عن المرء لا تسل وأبصر قرينه    فـإن الـقرين بالمـقارن يقــتـدى
فـإن كـان ذا شر فــجـنبه سرعـة     وإن كان ذا خير فقارنه تهـتدى

Tentang seseorang, jangan bertanya, lihatlah temannya karena seorang teman, mestilah yang berteman mengikuti temannya.
Bila kawanya punya banyak kejelekan, jauhi segera, bila banyak kebaikannya, bertemanlah dengannya sehingga berbahagia

Maksudnya ketika ingin mengetahui seeorang, jangan menanyakan tingkah laku dia apakah soleh atau tidak, tapi lihatlah temannnya sehingga kita tahu tingkah laku temannya tersebut, karena seorang teman akan mengikuti kepada siapa dia berteman dalam tingkah lakunya.

Jika si teman punya kejelekan dan kerusakan akhlaknya, maka jauhilah dirimu darinya dengan segera sebelum dia mempengaruhi kejelekan pada dirimu lalu melakukan apa yang dia lakukan. Jika temannya punya kebaikan, maka bertemanlah dengannya, agar mendapat kebaikan, karena teman seperti itu akan memberikan pengaruh baik dan memberi manfaat.

Dan aku bersiyi'ir :

لا تصحـب الكسلان فى حـالته      كـم صـالــح بفـسـاد آخــر يفسـد
عدوى البليد إلى الجليد سريعة     كالجمر يوضع فى الرماد فيخمد

Jangan kau temani si pemalas dalam segala halnya, sebab kerusakan orang lain diapun ikut rusak, 
Menjalarnya kebodohan kepada cendikia itu amat cepat, laksana api bara di atas abu, lalu padam 

Maksudanya, janganlah berteman dengan orang pemalas dalam tingkah dan waktunya, sebab banyak orang baik ikut rusak karena rusaknya seorang kawan. Begitu juga sifat dungu/pandir begitu cepat menular kepada orang yang pintar atau kuat pemahamannya yakni orang alim berakal.

Hal itu ibarat bara api yang disimpan di atas debu dingin, maka bara itu akan cepat padam apinya. Begitu juga kepintaran yang didekatkan dengan teman yang bodoh, maka akan cepat kebodohan atau kedunguannya menutupi kepintarannya.

Nabi saw bersabda :

كل مولود يولد على فطرة الإسلام، إلا أن أبواه يهودانه وينصرانه ويمجسانه

Semua yang dilahirkan itu dalam keadaan kesucian Islam, hanya kedua orang tuanyalah yang membuatnya jadi yahudi, nasrani, atau majusi.

Hadits ini menetapkan bahwa pertemanan itu bisa memberikan dampak akibat. Adapun awal mula penciptaan manusia semuanya dalam keadaan selamat dari kerusakan dan kecelakaan.

Dan dikatakan kata hikmah dalam Bahasa Persi :

باربد بدتـر بود ازمـاربد            بحـق ذات بـاك الله الصـمـد
باربد ازدترا سوى حجيم            بار نـيكــوكــير نابـى نعــيم
   
Teman yang jahat, lebih jahat daripada ular yang paling jahat dan lebih banyak madorotnya
Demi Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Suci
Teman yang jahat akan membawamu ke neraka Jahim
Ambillah teman yang baik, maka akan menjadi sebab masuk surga Na'im

Dan disyi'irkan:

إن كنت تبغى العلم وأهله         أو شـاهدا يخـبـر عن غائب
فاعتبر الأرض بأسـمائها         واعتبر الصاحب بالصاحب

Bilakau ingin mendapat ilmu dari ahlinya
Atau mencari saksi yang memberitakan hal yang gaib
maka  ambillah pelajaran dari nama-nama tanah 
dan ambil pelajaran tentang dia dari orang yang menemani

Maksudnya, mengambil pelajaran dari nama-nama tanah adalah, jika di tanah tersebut ada tanaman pani, maka disebut sawah. Jika di tanah itu ada pohon-pohonan, maka dinamakan hutam. Jika di tanah itu ada sayuran dan semangka, maka dinamakan kebun atau ladang. Jika di tanah itu yang ada hanya tanaman berduri, maka dinamakan gurun pasir.

Kalau seseorang mengatakan, Saya ini punya sawah, berarti bisa diketahui bahwa dia punya tanah yang ada tanaman padinya. Jika dia mengatakan Saya punya hutan, maka diketahui bahwa di tanah itu ada pohon-pohon tinggi dan juga buah dari pohon tersebut.

Sekarang coba ambil pelajaran tentang jenis tanah-tanah yang lainnya yang tak terlihat oleh mata kita dan untuk mengetahuinya adalah dengan nama-nama benda yang ada di tanah tersebut, maka kita bisa tahu apa jenis tanah tersebut.

Atau bisa juga ambil pelajaran dari satu jenis tanah beserta nama benda serta ciri-ciri dari tanah tersebut, misalnya ciri-cirinya adalah udaranya lembut sepoi-sepoi, airnya memancar dimana-mana, rumputnya subur, buahnya berlimpah, maka ini bisa dikatakan bahwa tanah ini adalah tanah yang sangat baik.

Dengan demikian, hal ini berlaku ketika mengambil pelajaran dari seorang temannya. Seorang yang berteman dan temannya terlihat punya tingkah laku tertentu, maka itulah tingkah laku teman tersebut. Jika temannya 'alim, maka dia pasti 'alim, jika temannya bodoh, berarti dia juga bodoh.

Demikianlah bagaimana cara mencari ilmu menurut Kitab Ta'limul Muta'alim termasuk 6 syarat mencari ilmu menurut Kitab Ta'lim Muta'alim.


============================

LAGI PROMO

Nadzom Alfiyah Terjemah
Terjemah Talim Mutaalim
Terjemah Safinah
Terjemah Riyadush Sholihin
Terjemah Bidayatul Hidayah
==========================
Back To Top