Terjemahan Kitab Fathul Qorib, Safinatun Najah, Jurumiyah, Fathul Muin, Bidayatul Hidayah, Nashoihul Ibad, Al Bidayah Wan Nihayah, Sulam Taufiq, Syamsul Maarif, Tafsir Jalalain, Irsyadul Ibad, Uqudulujain dll

Kitab Khozinatul Asror Halaman 188


Kitab Khozinatul Asror halaman 188 (hal 188) ini adalah bab yang menerangkan khasiat Khotmu Khowajikan berdasarkan kesepakatan para imam termasuk Syaikh Ja’far Shadiq, Abu Yazid al Busthami, Abu Hasan al Hirqani dan imam-imam yang lainnya para syaikh Naqsyanbadiyyah, tentang manfaat menyebutkan silsilah para syaikh itu untuk mendatangkan hasil yang diinginkan dan berbagai hajat.

Para imam yang dimaksud adalah yang hebat dalam bidang tafsir Al Quran, hadits, yang terdepan dalam mengetahui berbagai jalan dan rahasia yakni Syaikh Ja’far Shadiq, Abu Yazid al Busthami, Abu Hasan al Hirqani dan imam-imam yang lainnya para syaikh Naqsyanbadiyyah.

Mereka bermufakat dalam hal mendatangkan hajat, menghasilkan apa yang diinginkan, menolak bala, menghancurkan musuh dan yang hasud, meningkatkan derajat, menghubungkan kekerabatan, memperlihatkan keagungan, mereka selalu mengamalkan faidah yang agung ini, rahasia yang jarang ini yakni :
1. ISTIGHFAR (100 x)
2. AL FATIHAH (7 x)
3. SHALAWAT (100 x)
4. ALAM NASYROH (79 x)
5. AL IKHLAS (1001 x)
6. AL FATIHAH (7 x)
7. SHALAWAT (100 x)

Kemudian memohon kepada ALLAH.SWT apa hajatnya dan kebutuhan yang di perlukan, maka dengan izin ALLAH TA’ALA hajatnya dikabulkan, tidak lebih dari 4 hari. Dan kalau wirid ini dilakukan setiap hari secara rutin hingga 7 hari, maka lebih mujarrab.

Tetapi mereka berwasiat agar wirid ini tidak disampaikan kepada orang-orang safih (bodoh/belum sempurna ilmu) agar tidak dipakai buat hal yang haram.

Selanjutnya kebiasaan para syaikh tersebut adalah mengamalkannya sehari sekali atau 2 kali sehari di pagi dan petang atau 5 kali sehari setelah melaksanakan sholat fardu. Maka kebiasaan para syaikh itu hendaknya diikuti sebab mereka yang ikut dengan kebiasaan mereka, maka akan mendapatkan derajat dan kebahagiaan.

Wirid ini merupakan rukun atau wirid paling utama dalam thoriqot naqsyanbadiiyah setelah dzikir ismu Dzat wa nafyul itsbat. Maka para arwah syaikh itu dengan keberkahan wirid ini, akan membantu melayani orang yang minta bantuan, membantu meminta curahan dari orang yang meminta curahan dari Allah, membantu menolong orang yang minta pertolongan kepada Allah, membantu meminta agar dibersihkan dari segala macam musibah. (Abu Sa'ud)

Berkata Abu Sa'id Muhammad Al Khoodimii, silsilah para syaikh itu, dibacakan setelah wirid di atas, ketika akan talqin dzikir dan ketika sedang dzikir. Wirid yang sempurna akan menghasilkan derajat yang tinggi dan keterbukaan.

Membaca silsilah para syaikh, bisa membebaskan berbagai kesulitan, kekhawatiran, kesedihan, memudahkan apa yang diinginkan dan dibutuhkan dan menyembuhkan orang sakit. Begitu juga jika silsilah ini ditulis dan dibawa, sama faidahnya. Bisa juga untuk menyembuhkan orang yang kesurupan dengan cara membacakan pada air dan diminumkan.

Dawamkan pembacaan silsilah ini setiap hari 2 kali, pagi dan petang atau 7 kali atau lebih sampai batas maksimal 21 kali. Lalu silahkan lihatlah apa yang terjadi.

Silsilah ini merupakan jendela himmahnya para syaikh robbaniyyah dan tempat menampungnya limpahannya Thoriqoh Shiddiqiyyah dan Thoriqoh ‘Alawiyyah, dan Thoriqoh Hadlriyyah, dan tempat mengalirnya hikmah dari beberapa lautan Muhammadiyyah, dan menjadi sarana tergambarnya rahasia malaikat yang suci, sarana terlihatnya keagungan Ilahiyyah, merupakan salamnya orang yang menginginkan sampai ke hadirat Robbaniyyah, menjadi tangganya orang yang menaiki alam malakut, jabarut, alahut, dan media tanggap antara ruh para syaikh dari syaikh yang masih hidup kepada Rasulullah, menuju Allah Ta'ala, dan media semua rahasia, keagungan, keberkahan yang akan didapat sesuai dengan niat pembacanya masing-masing.

Barangsiapa yang keilmuan agamanya tidak muttasil atau bersambung ke arah kenabian, maka keilmuan agama orang tersebut sungguhlah telah terputus fadhilah keutamaannya, dan orang semacam itu bukanlah termasuk ulama' pewaris dari Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, dan orang semacam itu tidak layak dan tidak diperbolehkan untuk menerima bai'at ketaatan dan di ambil ijazah keilmuannya.

Dalam hadits dinyatakan bahwa : "Para ulama adalah pewaris para nabi, dengan sanad yang jelas". Hadits Thabrani dari 'Abdullah bin Basr r.a, Nabi bersabda : "Kebahagiaan bagi mereka yang melihatku dan beriman kepadaku. Kebahagiaan juga untuk orang yang melihat orang yang melihatku dan kebahagiaan juga untuk orang yang melihat orang yang melihat orang yang melihatku serta beriman kepadaku. Berbahagialah bagi mereka dan mendapat tempat kembali yang baik."

Syaikh Abu 'Abdullah As Silmii berkata, yang dimaksud hadits di atas adalah kebahagiaan bagi orang yang mendapat keberkahan melihat Nabi dan melihat para sahabatnya dan seterusnya sampai kepada para ahli hikmah dan para wali Allah dari segala zaman.

Maka siapapun yang mendapat berkah dari para ahli hikmah dan musyahadahnya para wali, maka sama saja dengan mendapat berkah dari Nabi Muhammad dan sahabatnya tergantung suasana dan keadaan waktu itu. Sehingga maka berlaku pula berkah dari para syaikh kepada muridnya sampai akhir zaman sebab sanad hal sama dengan sanad hukum.

Syaikh Abu 'Ali Ad Daqoq berkata, seandainya seorang diberi isyarat atau petunjuk tapi tak punya syaikh, maka dia tak akan mendapat rahasia apa pun dari isyarat tersebut. Syaikh Abu Yazid Al Busthomi berkata, siapa yang tidak punya syaikh, maka syaikhnya adalah syetan.

Abu Sa'id Muhammad Al Khodimi berkata, siapa yang tidak punya syaikh, maka dia termasuk orang yang diperolok-olokan oleh syetan. Adapun para syaikh beliau banyak sekali, silsilahnya juga cukup banyak. Beliau mengambil semua ijazah dan mengamalkan bacaan silsilah itu.

Silsilah ini merupakan kumpulan jalan atau sanad dari Imam Rabbani Mujaddid Alfi Tsani (Tonggak utama dari milenium kedua) Ahmad Al Faruq Sirhindi dari tariqat Naqsyabandiyyah, Jisytiyyah, Kubrowiyyah, Suhrawardiyyah dan Qoodiriyyah.

Adapun silsilah tarekat yang 4 di atas selain Naqsyandiyyah, maka bermula dari Abi Sa'id lalu sampai ke 'Ali bin Abi Thalib r.a. Dalam silsilah ini, Imam Rabbani berada di silsilah ke 9. Sedangkan tarekat Khidiriyyah dari Nabi Khidhir a.s, mengajarkan ilmu bathin dan sampai ke silsilah 'Abdul Khooliq. Nabi Khidhir berada pada silsilah ke 23 untuk tarekat ini. Kedua tarekat ini berkumpul pada silsilah Syaikh Ja'far Shodiq yang merupakan silsilah ke 28.

Para syaikh menamai silsilah ini dengan silsilah Dzahabiyyah. Orang yang berkeinginan 'sampai' selalu memaksakan diri membacanya. Terdapat asma mubaraokah di dalam silsilah itu. Pembaca asma mubarokah itu seperti berdiam diri di bawah saluran air sehingga kepalanya terkena curahan berbagai rahasia dan keagungan.

Silsilah dan asma mubarokah merupakan penghormatan kepada Allah. Bacalah dengan rasa muraqabah dari satu nama ke nama lain, sampai pada Nabi, malaikat Jibril dan Allah Ta'ala, seperti halnya Anda menaiki satu tangga ke tangga lain.

Jika kita sudah menyebut nama Israfiil, maka bacalah satu ayat dari ayat sajdah dan bersujud kepada Allah lalu berdoa jika Anda dalam keadaan sendiri di tempat yang tidak ada orang lain. Bisa dibaca pagi atau sore.

Jika kita selalu membacanya, maka akan mendapatkan berbagai manfaat dan faidah yang tak terhitung berkat kekuatan dari Allah. Allah akan memberikan pencapaian dengan apa yang dicarinya baik di dunia maupun di akhirat.

Adapun bacaan silsilah itu bisa Anda lihat di Kitab Khazinatul Asrar halaman 189. Mohon maaf Saya belum bisa menuliskannya, karena cukup panjang dan butuh waktu jika penulisannya memakai font Arab. Saya menulis latinnya saja berikut ini.

BISMILLAHIR ROHMANIR ROHIIM…

INNAL HAMDA LILLAAHI NAHMADUHU WA NASTA’IINUHU MAYYAHDIHILAAHU PALAA MUDLILLA LAHU, WA MAYYUDLIL FALAA HAADIYA LAHU.

WA ANAA ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLOOHU WAHDAHU LAA SYARIIKA LAHU, WA ANNA MUHAMMADAN ‘ABDUHUU WA ROSUULUHU. AMMAA BA’DU.

FANAS-ALUKALLOOHUMMA WA NATUUBU ILAIKA, WA NATAMASSAKU WA NATAWASSALU WA NATAWAJJAHU WA NATADLORRO’U WA NATAHAFFAZHU WA NATAHASHSHONU WA NASTASYFAA WA NATASYAFFA’U WA NATA’ALLAMU WA NATAFAHHAMU WA NATADZAKKARU WA NATAFAKKARU WA NATAROYYADLU WA NATAROFFA’U WA NATAWASSOLU WA NATAQORROBU BI ASROORIKAL MAWDU’AATI WA ANWAARI TAJALIYYATIKAL MAWDU’AATI WAL MA’AARIFIL MUQORROBAATI FII HAADZIHITH THURUQIL ‘ALIYYATI BI BAROKAATIL MASAYAYIKHIL MUSALSALIINA BISAYYIDINAA WA SANADINAA WA MIIZAABI FUYUUDLOOTINAA WA MAJROL HIKMATI WA ASROORINAA

AS SAYYIDI MUHAMMADI HAQQINNAAZILII QODDASALLOOHU SIRROHU
WA BISAYYIDINAAL JALIIL HILMII AWDAH MASYAA QODDASALLOOHU SIRROHU
WA BISAYYIDINAA MUHAMMAD JAANI MAKKII QODDASALLOOHU SIRROHU
WA BISAYYIDINAA ABDULLOAHID DAHLAWII QODDASALLOOHU SIRROHU
WA BISAYYIDINAA HABIIBILLAAHI QODDASALLOOHU SIRROHU
WABISAYYIDINA NUR MUHAMMAD QODDASALLOHU SIRROHU WA BISAYYIDINA SAYFUDDIN QODDASALLOHU SIRROHU WA BISAYYIDINA MA’SUM QODDASALLOHU SIRROHU WA BISAYYIDINA AHMAD ALFARUQ QODDASALLOHU SIRROHU WA BISAYYIDINA MUHAMMAD AL BAQI QODDASLLOHU SIRROHU WA BISAYYIDINA MAULAL KARIM QODDASALLOHU SIRROHU WABISAYYIDINA DARWIS MUHAMMAD QODDASALLOHU SIRROHU WA BISAYYIDINA MUHAMMAD AZ-ZAHID QODDASALLOHU SIRROHU WA BISAYYIDINA UBAIDILLAH QOSDDASALLOHU SIRROHU WABISAYYIDINA YA’QUB ALJARKHI QODDASALLOHU SIRROHU WA BISAYYIDINA MUHAMMAD BAHAUDDIN AL AWISY QODDASALLOHU SIRROHU WA BISAYYIDINA AMIR KALAL QODDASALLOHU SIRROHU WA BISAYYIDINA MUHAMMAD BABAH QODDASALLOHU SIRROHU WA BISAYYIDINA YUSUF AL HAMDANI QODDASALLOHU SIRROHU WA BISAYYIDINA ABI ALI QODDASALLOHU SIRROHU WA BISAYYIDINA ABIL HASAN AL KHIRQONI QODDASALLOHU SIRROHU WA BISAYYIDINA ABI YAZID ALBUSTHAMI QODDASALLOHU SIRROHU WA BISAYYIDINA JA’FAR SHODIQ QODDASALLOHU SIRROHU WA BISAYYIDINA MUHAMMAD AL BAQIR QODDASALLOHU SIRROHU WA BISAYYIDINA ALI JAENAL ‘ABIDIN QODDASALLOHU SIRROHU WABISAYYIDINAL HUSEN R.A WABISAYYIDINA ALI BIN ABI TOLIB R.A WABISAYYIDINA ROSULILLAHI S.A.W WABISAYYIDINAL QOSIM BIN MUHAMMAD BIN ABI BAKAR R.A WABISAYYIDINA SALAMAN ALFARISI R.A WABISAYYIDINA ABU BAKAR SIDDIQ R.A WA BISAYYIDINA MANBA’IL ILMI WAL ASRORI WA MAKHZANIL FAYDI WAL ANWARI WAMALJAIL UMMATI WAL ABRORI WA MAHBATI JIBRIILA FIL LAILI WAN NAHARI WA HABIBILLAHIS SATTARI ALLADZI UNZILA ‘ALAIHI AFDOLUL KUTUBI WAL ASFARI SAYYIDINA WA MAULANA WA SYAFI’INA MUHAMMAD AL MUKHTARI S.A.W WA ALA ALIHI WA ASHABIHIL AKHYARI WA BISAYYIDINA JIBRILA A.S WA BISAYYIDINA MIKAILA A.S WA BISAYYIDINA ISROFILA A.S ILAHI ANTA MAQSUDII WA RIDHOKA MATLUBII A’TINA MAHABBATAKA WA MA’RIFATAKA FANAS ALUKALLOHUMMA BI IZZATIKA WA JALALIKA WA JAMALIKA WAQODROTIKA WAKIBRIYAIKA WA ‘ADZOMATIKA WA BIHAQQI SIRRI SIRRI SIRRI ASMAIKAL ‘IDZOMI WA ANBIYAIKAL KIROMI WA AULIYAIKAL FAKHOMI WA MALAIKATIKAL MUQORROBIINA ALAIHIMUS SALAMU WA BIHAQQI LA ILAHA ILLALLOHU MUHAMMADUN RODULULLOHI WA BIHAQQI HADZAL ISMIL ‘ADZIMI ALLOHU ALLOHU ALLOHU BIL ALIFIL QOIMI ALLADZI LAYSA QOBLAHU SABIQUN WALA BA’DAHU LAHIQUN BIL LAMAINI ALLADZAINI LAMAMTA BIHIMAL ASRORI WA AKHODZTA BIHIMAL ‘AHDAL WATSIQO WA BIL HAI ALMUHITOTIL MUHARROKATI LISSAWAKINI WALJAWAMIDI WAN NAWATIQI AN TUWAFIQONA LIN NADZORI ILA WAJHIKAL KARIMI WA TAQDI HAWAIJA WA TUFTAHU LANA ABWABAL ‘ULUMI WAL ASRORI KAMA AFADTA WA TAJALAYTA ALA QULUBU ANBIYAIKA WA ASFIYAIKA AJMA’IINA BI LUTFIKA WA KAROMIKA YA ARHAMARROHIMIINA LAILAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINADZ DZOLIMIINA FASTAJABNA LAHU MINAL GOMMO WA KADZALIKA NUNJIL MU’MINIINA ALLOHUMMA INNI AQOMTU NAFSI TAHTA HADZAL MIZABIL MUHAMMADI HAQIRON DZALILAN MUDZNIBAN MUSTASYFA’AN PAYASSIR LANA ANWA’A TAJALIYATIKAL ILAHIYYATI WA ASRORI MALAIKATIKAL QUDSIYYATI WA HAMAMI AULIYAIKAR ROBBANIYYATI WA FUYUDHOTI HABIBIKAL MUHAMMADIYYATI WA LAW ANNAHUM IDZ DZOLAMU ANFUSAHUM JAUUKA FASTAGFIRULLOHA WASTAGFIR LAHUMU ROSULA LAWAJADUU ALLOHA TAWWABAN RAHIIMA RABBANA ATINA FID DUNYA HASANATAN WA FIL AKHIRATI HASANATA WA QINA ‘ADZABAN NARI ROBBANA LA TUJIG QULUBUNA BA’DA IDZ HADAYTANA WAHAB LANA MIN LADUNKA ROHMATAN INNAKA ANTAL WAHHABU ROBBIGFIR LII WA LI WA LIDAYYA WA LIL MU’MINIINA YAUMA YAQUMUL HISAB ROBBANA IGFIR LANA WA LI IKHWANINALADIINA SABAQUUNA BIL IMANI WA LA TAJ’AL FI QULUBINA GILLAL LILLADZINA AMANUU ROBBANA INNAKA ROUFUN ROHIM SUBHANA ROBBUKA ROBBUL IZZATI ‘AMMA YASIFUUNA WA SALAMU ‘ALAL MURSALIINA WAL HAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIINA WAL HAMDU LILLAHI ROBBIL ‘ALAMIINA.

============================

LAGI PROMO

Nadzom Alfiyah Terjemah
Terjemah Talim Mutaalim
Terjemah Safinah
Terjemah Riyadush Sholihin
Terjemah Bidayatul Hidayah
==========================
Tag : khozinatul asror
Back To Top